Thursday, 20 September 2018

Antara Tenggelam dan Menyelam



Tak lebih dari setahun lalu saya berkesempatan untuk ikut kursus menyelam perairan terbuka (open water) di Bali tepatnya di Geko Dive Center, Padangbai. Untuk mendapatkan lisensi PADI ini saya perlu mengeluarkan biaya sekitar enam juta rupiah untuk kursus tiga hari belum termasuk akomodasi, hanya makan siang dan minuman komplementer. Ada kopi dan teh yang bisa dituang sendiri sepuasnya. Saya sempat riset harga dan harga tersebut memang standar kursus menyelam di Bali. Padangbai menjadi pilihan karena jauh dari destinasi wisata yang ramai. Sebelum memesan, saya sudah menyocokan jadwal dan juga keberangkatan. Kadang perlu menunggu lama agar kelas bisa dibuka atau harus masuk daftar tunggu. 

Geko Dive Center

Hari pertama saya datang agak telat. Kelas dimulai pukul 8 pagi, sementara saya baru tiba pukul 11 pagi karena harus berkendara dari Kuta ke Padangbai yang memakan waktu dua jam. Saat menghampiri resepsionis pusat selam Geko, ada tawaran untuk menggunakan pemandu lokal atau luar. Pemilik resor ini ternyata orang Perancis yang manajernya juga orang Perancis. Saya berkelakar pakai bahasa Perancis, "Je voudrais choisir fabriqué en Indonesie, SVP." 

Manajer menjawab, "Il est exactement fabriqué en Bali." Saya memilih untuk dipandu instruktur lokal dan ternyata ia bernama Made. ROTFL. Made menawarkan untuk istirahat dulu namun saya bergegas meminta untuk memulai kelas secepatnya karena sudah lumayan telat. Hari pertama hanya mengulas seputar teori dunia penyelaman hingga pukul empat sore. 



Made, instruktur selam yang ramah, Istrinya juga ikut kerja di situ. Jangan lupa ngasih tip kalau diajar doi.

Monday, 3 September 2018

Sadar Ruang


Sadar Ruang


Berantakan, 2017


Masa kecil saya diwarnai beberapa kepindahan kediaman, setidaknya lima kali. Kepindahan terakhir sekitar tahun 2009 akhir adalah yang paling emosional untuk saya. Saat itu tahun kedua kuliah dan saya sudah bersarang dengan nyaman dalam waktu yang paling lama di rumah tersebut. Banyak sekali kenangan manis dan pahit tumbuh dan menempel bersama hari-hari di rumah tua itu. Alasan lainnya, praktis karena letaknya strategis di tengah kota Bandung. Pindah dari rumah itu seperti meninggalkan bagian diri yang paling mendasar: masa kecil dan kenangan yang membentuknya.

Friday, 22 June 2018

Mengenal Universalitas dalam ECF 2018

Extension Course Filsafat 2018


"Hidup lu kagak kurang rumit apa pake ikutan kelas filsafat segala?"

"Hati-hati ikut kursus begituan nanti kena cuci otak."

"Berat amat sih ikutan kaya gitu. Mending ikutan kursus pranikah kek. Kursus jahit kek. Apa kek."

Itulah reaksi teman-teman saya saat tahu saya sedang ikut kelas filsafat. Bukan kelas sih tapi lebih ke kursus tepatnya, yaitu Philosophy Extension Course aka Extension Course Filsafat. 

Saturday, 19 May 2018

Ramadan Jauh dari Rumah

Tempat nongkrong favorit

Menjalani bulan Ramadan di kampung halaman selalu terasa menyenangkan. Ada secuil perasaan lega karena bisa berkumpul dengan keluarga dan hal-hal familiar lainnya: jajanan takjil menjelang magrib, orang berbondong datang salat tarawih, ajakan buka bersama, dan perayaan Lebaran. Sudah lima kali saya habiskan hari Lebaran di luar rumah. Dua di antaranya di luar negeri. Bagi banyak orang rantau puasa jauh dari keluarga adalah satu kebiasaan. Ada pula yang kebiasaannya tidak pulang menemui keluarga, bukan karena apa-apa, tapi ya karena memang sudah tidak ada keluarga. 

Sunday, 25 March 2018

Kemah Ceria di Puncak Artapela

Puncak Artapela, katanya, 2181 mdpl

Februari lalu saya bersama teman-teman berkesempatan menjajal puncak Gunung Artapela di kabupaten Bandung. Gunung Artapela ini lokasinya dekat sehingga saya bersama dua orang teman yang memang senang main di alam terbuka tidak perlu repot menyocokan jadwal. Dengan semangat kemah ceria, yang artinya tidak perlu susah-susah mendaki gunung hanya untuk berkemah, yang penting tertawa bahagia tanpa keluh kesah, kami pun mengajak siapapun untuk bergabung. Saya sebenarnya agak malas bertemu dengan orang baru karena harus menyesuaikan ritme dan frekuensi perjalanan. Namun mengingat ini kemah ceria, semakin banyak, ya semakin ceria.