Sunday, 24 March 2019

Wajah Baru Bidadari Ancol

Berulang kali menatap senja, daya pikatnya tetap saja magis.

Ancol menjadi salah satu destinasi wisata lengkap sejak lama. Ada banyak wahana yang bisa dicoba di Ancol, mulai dari taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan), Ocean Dream Samudra, akuarium besar Seaworld, sampai pulau wisata di sebagian kepulauan Seribu. Jujur, selama ini saya hanya tahu Dufan saja. Beruntung ada Kumparan Komit-Up yang mempertemukan saya dengan komunitas jalan-jalan dan menulis di salah satu kepulauan seribu yang dikelola Ancol, yaitu Pulau Bidadari. Salah satu agenda utama Kumparan Komit-Up ini adalah berbagi cerita tentang dunia kepenulisan khususnya cerita perjalanan bersama bloger Marischka Prudence dan kepala liputan Kumparan Ikhwanul Habibi.

Thursday, 21 March 2019

Menuju Taman Bumi Tersembunyi (Bagian 1)



Melancong dengan Sepeda Motor

Hari masih gelap saat motorku ikut berderu bersama orang-orang yang lalu lalang di pasar Pasirhayam Cianjur. Suasana pasar di kala dini hari menjelang subuh sering membuatku tersenyum. Ada perasaan familiar di tengah tawar menawar dengan orang-orang yang tak dikenal. Ada perasaan hangat di antara gigil pagi yang menusuk. Ada kantuk yang tertahan di pelupuk mata dan menguap bersama malam. Aku tengok jam tangan yang jarum pendeknya menunjuk angka lima. Perjalanan Bandung – Cianjur ini digerung hanya dalam waktu satu jam. Terima kasih atas jalanan lengang dan motor yang baru saja diservis.

Sunday, 2 December 2018

Cerita Setahun ke Belakang


Apa itu perjalanan diri?


Menghargai waktu adalah salah satu mata kuliah dalam silabus hidup yang terus aku ambil. Terutama dalam satu tahun terakhir, pembelajaran tersebut terus bersedimentasi dengan pengalaman dan perasaan yang campur aduk dengan kehilangan, kesabaran, penerimaan, dan penemuan diri. Dalam satu tahun ini aku merasa beruntung bisa mendapatkan ruang dan waktu lebih banyak untuk belajar memahami resiliensi dan kapasitas diri. Menurut hematku, aku tak jauh beda dengan makhluk hidup lainnya untuk tumbuh dan berkembang, seperti tanaman yang perlu disiram rutin dan mendapat cahaya matahari untuk tumbuh atau seperti binatang yang instingnya terus berkembang dalam memenuhi kebutuhan biologisnya. Lantas penyadaran diri perlu untuk bisa mengoptimalkan kapasitas tumbuh dan berkembang di tengah hari-hari yang monokrom.

Thursday, 8 November 2018

Berdamai di Puncak Ciremai

Damai di puncak Ciremai

Agustus lalu saya bersama dua rekan melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Jawa Barat, gunung Ciremai. Dari Bandung kami bertolak pukul empat sore menggunakan kendaraan pribadi. Pukul lima sore lewat kami tiba di Sumedang dan mampir ke supermarket untuk membeli perbekalan sekaligus istirahat, salat, dan makan. Kesegaran hakiki yang tak boleh terlupa adalah sebungkus agar-agar nata de coco dan aloe vera untuk diseruput di puncak nanti. Setelah memastikan semua dibawa, pukul setengah tujuh magrib kami melanjutkan perjalanan.

Rute yang kami pilih adalah rute Bandung – Sumedang – Kadipaten  Majalengka melalui jalur pendakian Apuy. Saya menyetir sepanjang perjalanan ditemani mengobrol dengan teman saya yang duduk di sebelah. Supaya tidak mengantuk. Sementara rekan saya satu lagi sudah menyerah tertidur di kursi belakang. Dengan bermodalkan google map tujuan Balai Desa Argamukti, kami menyusuri jalan Kadipaten. Kami sempat nyasar hampir masuk ke jalan tol Cipali  saat di pertigaan Jatiwangi. Seharusnya kami belok kanan namun malah terus lurus. Saat menyadari jalan yang semakin gelap, kami memutar balik. 

Thursday, 20 September 2018

Antara Tenggelam dan Menyelam



Tak lebih dari setahun lalu saya berkesempatan untuk ikut kursus menyelam perairan terbuka (open water) di Bali tepatnya di Geko Dive Center, Padangbai. Untuk mendapatkan lisensi PADI ini saya perlu mengeluarkan biaya sekitar enam juta rupiah untuk kursus tiga hari belum termasuk akomodasi, hanya makan siang dan minuman komplementer. Ada kopi dan teh yang bisa dituang sendiri sepuasnya. Saya sempat riset harga dan harga tersebut memang standar kursus menyelam di Bali. Padangbai menjadi pilihan karena jauh dari destinasi wisata yang ramai. Sebelum memesan, saya sudah menyocokan jadwal dan juga keberangkatan. Kadang perlu menunggu lama agar kelas bisa dibuka atau harus masuk daftar tunggu.