Thursday, 28 July 2011

Wednesday, 27 July 2011

what am i to you ?


undeniable truth, quoted from "the Romantics"
one of my fave romantic movies 

Monday, 25 July 2011

Solitude #6


Me and my rusted Nike

Cinta, Kesabaran, dan Memaafkan (3)

Gimana rasanya memaafkan orang lain ??
buat saya, rasanya lebih enak daripada ngabisin j-cool to go sendirian dengan topping lychee, kiwi, peach, dan almond yang berlimpah.
Memberikan maaf tidak bisa terlepas dari meminta maaf. Keduanya bagai sisi uang yang berlainan. Jika kita memberi maaf kepada orang lain yang menyakiti kita, kita juga harus bisa meminta maaf kepada orang yang kita sakiti. Memberi dan meminta maaf keduanya merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Kontradiksi keduanya memupuk egoisme kita sehingga seringkali kita lebih menginginkan permintaan maaf daripada pemberian maaf itu sendiri.
Dalam konsep aktualisasi diri, maaf adalah konsep yang sangat penting. Hal ini disebabkan tidak ada manusia yang sempurna. Mungkin di antara kita ada yang merasa sempurna sehingga tidak perlu meminta maaf. Tapi dengan memberi dan meminta maaf kita juga menerima kekurangan diri sendiri dan orang lain. Nah saya tidak akan menjustifikasi siapa yang harus memberi maaf atau meminta maaf karena maaf erat kaitrannya dengan kesalahan yang pernah kita atau orang laiun buat. Dan jujur, lebih sulit mengakui kesalahan kita daripada mencari kesalahan orang lain. Celakanya kesalahan yang ada di benak masing-masing orang itu memiliki konsep yang berbeda. Di sini, saya hanya ingin berbagi pengalaman mengapa memaafkan dan meminta maaf itu penting untuk diri kita sendiri.
Saya merasa kamu bersalah karena telah membaca blog ini tanpa seizin saya tapi kamu ga ngrasa bersalah karena persoalan sepele ini, contohnya. Perbedaan seperti ini yang sering menimbulkan permasalah di kehidupan kita sehari-hari. Permasalahan seperti ini sebenarnya bisa diminimalisasi dengan meningkatkan logika kita dibandingan perasaan kita. Perasaanlah yang sering mendramatisasi kenyataan yang ada menjadi visualisasi sinteron masa kini.
Hubungannya dengan cinta dan kesabaran, memaafkan merupakan penutup yang bakal menghapus perasaan-perasaan (kalut) yang menghantui kita. Mintalah maaf meskipun kita tidak melakukan kesalahan. Dan maafkanlah semua kesalahan orang lain yang telah melukai kita. Saya sadar kok kalau memaafkan tidak pernah semudah membalikan telapak tangan. Karena itu sebelum memaafkan orang lain, kita juga harus memaafkan diri kita sendiri. Banyak orang yang merasa terluka karena cinta dan luka itu membekas dalam di hati. Saya adalah pribadi yang selalu menyalahkan diri sendiri karena perilaku orang lain. Saya adalah penyebab luka yang saya akibatkan dari orang lain. Saya selalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang saya tidak perbuat dan jujur, it cant be helped. Setiap perlakuan tidak menyenangkan orang lain terhadap saya selalu saya sangkut pautkan dengan perilaku saya dan akhirnya saya hanya bisa memupuk rasa bersalah tersebut. Saya merasa inferior.
Lantas saya belajar memaafkan diri saya sendiri melalui banyak hal, salah satunya dengan berguna bagi orang lain. Dengan begitu saya juga bisa memaafkan orang lain tanpa harus bersemuka dengan orang tersebut kemudian berkata saya memaafkannya tapi berkaca pada diri sendiri dan berkata, “saya memaafkan. Kamu, saya, dan semua hal miserable yang kita (berdua) rasakan.” Terlebih memaafkan itu menyenangkan. Saya tidak mau dihantui oleh perasaan-perasaan bersalah dan juga dendam kesumat yang melekat kuat di hati.
Yah, perasaan lega akan datang dengan sendirinya, berangsur-angsur karena pada akhirnya waktulah yang akan memulihkan kita. Saya juga belajar sedikit-sedikit. Bukan untuk menghargai orang lain tapi untuk menghargai diri sendiri dulu. Egois ? enggak. Karena saya, kamu, dan kita semua juga berhak untuk bahagia.

jadi gmana rasanya memaafkan orang lain ??

moi #1


Bermain-main dengan vintage

Tuesday, 19 July 2011

Cinta, Kesabaran, dan Memaafkan (2)

Kesabaran
Kesabaran adalah ketenangan hati dalam menghadapi cobaan sedangkan sabar adalah tahan dalam menghadapi cobaan. Pengertian ini secara sederhana didapatkan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian yang sederhana namun sangat sulit dilakukan.
Secara personal, perasaan saya seringkali kacau jika menghadapi persoalan pribadi yang kerap membuat hari-hari saya menjadi muram. Perasaan itu seperti antonim eforia, sedih yang berlebihan. Tapi sungguh itulah yang saya rasa. Saya coba menghilangkan rasa itu dengan pergi jalan-jalan, membaca buku (hobi saya), brainstorming dengan teman, atau pun tidur. Namun itu semua tidak bisa menghilangkan sesak yang ada di dada. Saya pun mengumpat, melempar benda, mengutuk, dan juga mengeluarkan air mata. Namun tetap tidak berguna. Saking capeknya, saya biarkan sesak itu menyergap saya. Perlahan, perasaan buruk itu hilang. Dan sayapun lebih mengenal diri saya. Jika perasaan saya sedang kacau, maka obatnya adalah waktu.
Pembahasan kita sebelumnya adalah cinta dan saat ini kita akan membahas kesabaran. Dan jujur, membahas kesabaran akan melegakan jika kita menggunakan logika dibandingkan menggunakan perasaan. Saya bisa mengidentifikasi sumber-sumber perasaan kacau ini dan mengambil aksi untuk menguranginya. Dibandingkan dengan mengandalkan perasaan yang biasanya berakhir dengan hati yang pilu. Hal ini disebabkan sejak kecil kita selalu dididik untuk bersabar. Entah dengan iming-iming mainan, makanan, atau bahkan liburan ke kebun binatang. Ketika kita terjatuh saat mencoba berjalan pun, kita selalui diberikan kesabaran oleh orang tua, kita diberikan kenyamanan melalui kata-kata, "Sabar yaaaa". Ketika kita kecewa dan terluka, orang di sekitar kita pun mendorong kita untuk bersabar dan bangkit.
Saya mengerti bahwa kesabaran menjadi indikator kita untuk memperoleh hasil yang manis. Contohnya, jikalau saja kita bersabar untuk terus belajar hingga ujian semester, maka IPK fantastis menjadi milik kita. Hal ini berarti bukan saja hasil yang manis akan didapat tapi ketenangan hati selama proses menghadapi persoalan itu sendiri. Dan ternyata sabar itu tidak ada batasnya. Sungguh, karena tidak terbatas maka kita akan dituntut untuk lebih durable dalam menghadapi masalah. Semakin sabar, kita semakin kuat. Poinnya, kita bisa menghadapi masalah-masalah berikutnya dengan jauh lebih mudah.
Bentuk kesabaran yang bisa kita lakukan sangatlah mudah. Dari hal terkecil hinggal hal besar. Bersabar juga merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada diri kita sendiri. Dengan bersabar maka kita memberikan raga dan jiwa kita waktu dan juga hasil yang pantas dengan apa yang kita lakukan. Dalam proses menyukai, bersabar adalah ketika kita menunggu dia membalas sms kita atau legowo ketika menghadapi masalah yang membuat hati kalut. Dalam kehidupan mahasiswa, bersabar adalah tahan menunggu bimbingan dan kritikan dari dosen kita. Banyak lagi hal-hal sederhana namun sangat berarti jika kita bersabar. Satu hal yang saya pahami bahwa bersabar dalam mencintai seseorang itu menyenangkan meski orang tersebut tidak mencintai kita balik. Bersabar mendapatkannya atau bersabar merelakannya.
Pada akhirnya kesabaran akan menunjukan hasil yang akan kita dapat. Semakin bersabar, haslinya semakin manis. Ingat, aksi selalu sama dengan reaksi. J
nb : untuk hati kita yang sedang kalut

Monday, 18 July 2011

memorabilia


hey, it was little me. now, whenever i feel sad and blue, like i'm gonna give up coz world turns against me, i just look at this picture and know : when i was a kid, i wanted to be a fighter. no one took me down. no one takes me down. and i keep that spirit : i'll be rage against anything that bothers me. yeah ! i am not good at giving up.

Cinta, Kesabaran, dan Memaafkan (1)

Cinta
Cinta adalah kata benda yang memiliki banyak definisi. Ya karena cinta itu memang tidak memiliki definisi. Sedangkan kesabaran dan memaafkan saya dapatkan ketika saya membaca blog teman saya yang sedang hamil. Terima kasih Dian atas inspirasinya. Saya berusaha menulis sejak 3 minggu yang lalu tapi selalu berujung writer’s block. Saya coba freewriting juga enggak keluar apapun. Lantas berkat blog temen saya tadi saya bisa mengidentifikasi perasaan yang saya sedang rasakan lantas menali hubungan ketiganya dalam hidup saya yang ternyata sangatlah erat dan juga dekat.
Cinta, acuh tak acuh, mau tak, sudi tak sudi, terus kita alami. Seringkali kita mencoba menjauhinya, mengalienasinya, memusuhinya atau bahkan berpura-pura tak mengenalnya tapi tetap saja cinta merangkul hidup kita tanpa kita sadari. Cinta juga menyebabkan banyak akibat seperti trauma, imun, cuek, penasaran dan keseriusan. Yang terakhirlah yang sering kita dambakan. Melalui analisis dangkal dan generalisasi tidak valid saya terus menerus mencoba memahami cinta. Jujur, cinta mengakibatkan saya imun. Empat perempuan berhasil membuat saya menutup mata terhadap cinta. Klise, berkhianat. Mereka. Yah masa lalu, kata orang bijak, hanyalah bayangan kita. Kemudian saya mengevaluasi keempat hubungan tersebut dengan seksama, I didn’t truly want them. Dari keempatnya, hanya satu saja yang saya inginkan. Itupun hanya temporer dan wajar saja jika ternyata kami gagal. Tapi balik lagi saya ternyata belum pernah benar-benar menginginkan seseorang.
Dalam hidup saya, cinta berubah bentuk. Bentuk inkonsistensi saya terhadap cinta saya pernah saya alami. Awalnya, saya tidak percaya pada love at first sight. Gak mungkin cinta yang sakral dan dalam dapat ditemukan pada satu momen instan. Itu yang saya pikirkan dulu. Kenyataannya saya mengalami love at first sight. Saya sampai sekarang heran dan bertanya-tanya mengapa saya bisa mengalaminya saat itu. Dada saya turun naik setiap kali bertemu dengannya, jantung saya berdegup kencang, meski saya seorang debater, mulut saya terkunci rapat ketika melihat dia berbicara. Bahkan, setiap kali bertemu dengan ibu, mulut saya tak tahan ingin melontarkan kalimat : “Ma, pokoknya nde (saya) pengen dia titik !” seperti anak kecil yang nyinyir. Saya hapal setiap sekon bersamanya dan mau mengulangnya milyaran kali. Sekarang saya sadar bahwa betapa cinta memang tidak bisa disalahkan jika harus ditemui ditempat dan waktu yang tidak semestinya. Cinta tidak perlu dibatasi apalagi diberi definisi. Saya rasa kita semua pernah terluka karenanya tapi juga sering bahagia karenanya. Nikmati momen yang diproduksi oleh cinta itu. Tidak usah melihat kebelakang mengenang rasa sakitnya. Tidak usah memandang jaug kedepan mengkhawatirkan akhirnya. Jalani saja sekarang selagi waktunya. L’amour actuelemment est tout autour J
p.s. for you who couldn't type A.