Wednesday, 10 December 2014

Keteter Desember




Seringkali waktu memang brengsek; membuat kita terlena di antara bunyi jarum jam yang berdetak di dinding kamar atau di pergelangan tangan. Atau, di sela-sela jam digital melingkar di pergelangan tangan mu atau terpampang di layar telepon genggammu. Berbeda dengan mu yang mungkin menyukai jam digital, aku lebih menyukai jam analog. Aku merasa lebih intim dengan waktu. Mungkin karena di saat sepi dan sendiri, aku bisa mendengar waktu yang berdetak konstan dan teratur, apapun yang terjadi di dalam hidup dan semesta ini. 

Seperti pagi ini. Telingaku sepertinya sengaja menangkap suara detak detik jam dinding  di kamar. Aku tertegun dan mencari tahu pukul berapa. Tanpa melihat jam dinding yang mulai menyebalkan itu, aku meraih telepon genggam yang setia sekasur bersamaku. 


Ternyata sudah siang. Dan sudah Desember. Sepuluh.