Thursday, 18 February 2016

Berhenti Sejenak

Siang hari hujan mulai mencumbu tanah Gunung Halu. Aku dan kedua temanku bergegas menuju parkiran motor untuk pulang. Satu jam yang lalu kami baru saja membereskan tenda setelah bermalam di Curug Malela, Gunung Halu. Kami tahu kami harus bergegas saat matahari mulai dibayangi awan-awan kelabu yang berat akan rindu. Seolah adu cepat dengan alam, kami tak peduli saat di parkiran beberapa oknum menagih tiga lembar sepuluh ribu rupiah sebagai jasa meminjamkan tanah tempat kami bertenda. Mengendarai dua motor, kami sudah mengenakan jas hujan karena tinggal masalah waktu saja hingga hujan turun. Aku sebenarnya sudah khawatir sejak kemarin karena jika hujan turun, jalan keluar yang masih jelek dipenuhi batuan besar dan tanah besar itu pasti akan menyulitkan motor kami.

Sesaat Sebelum Hujan