Thursday, 8 November 2018

Berdamai di Puncak Ciremai

Damai di puncak Ciremai

Agustus lalu saya bersama dua rekan melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Jawa Barat, gunung Ciremai. Dari Bandung kami bertolak pukul empat sore menggunakan kendaraan pribadi. Pukul lima sore lewat kami tiba di Sumedang dan mampir ke supermarket untuk membeli perbekalan sekaligus istirahat, salat, dan makan. Kesegaran hakiki yang tak boleh terlupa adalah sebungkus agar-agar nata de coco dan aloe vera untuk diseruput di puncak nanti. Setelah memastikan semua dibawa, pukul setengah tujuh magrib kami melanjutkan perjalanan.

Rute yang kami pilih adalah rute Bandung – Sumedang – Kadipaten  Majalengka melalui jalur pendakian Apuy. Saya menyetir sepanjang perjalanan ditemani mengobrol dengan teman saya yang duduk di sebelah. Supaya tidak mengantuk. Sementara rekan saya satu lagi sudah menyerah tertidur di kursi belakang. Dengan bermodalkan google map tujuan Balai Desa Argamukti, kami menyusuri jalan Kadipaten. Kami sempat nyasar hampir masuk ke jalan tol Cipali  saat di pertigaan Jatiwangi. Seharusnya kami belok kanan namun malah terus lurus. Saat menyadari jalan yang semakin gelap, kami memutar balik.