Tuesday, 18 June 2019

Belajar Mengenal Kopi


Kombinasi Paripurna


Kopi menjadi salah satu minuman yang akrab di mulut banyak orang. Sebagian bahkan tak bisa menjalani harinya tanpa menyeruput kopi, baik dingin maupun panas. Tak heran kopi menjadi komoditas primadona dunia internasional termasuk Indonesia sebagai negara keempat terbesar penghasil biji kopi. Bagi saya, kopi salah satu yang menemani saat mengerjakan tugas, membaca buku, dan santai bersama sahabat.

Dari tahun ke tahun kopi semakin ramah di tengah masyarakat. Baik itu sasetan, mesinan, maupun seduhan manual, tiap orang memiliki selera kopinya masing-masing. Saya cukup kaget ketika menemukan banyak sekali kedai kopi yang berjamuran di Bandung satu tahun belakangan ini. Sekarang hampir di setiap jalan besar dan area padat penduduk saya bisa menemukan kedai kopi, yang murah atau mewah, yang membentuk kultur budaya masyarakat penyuka kopi. Dalam hal ini saya menemukan familiarity dengan Sydney dan Melbourne, atau Paris dan Roma, baik di pusat kota maupun suburbannya terdapat banyak kedai kopi. Saya sempat heran ketika melihat sebagian besar kebiasaan orang di sana: pagi minum kopi, siang kopi, sore kopi, malam kopi, jika tidak diselingi anggur dan bir. 

Thursday, 6 June 2019

Alam Syahdu Gunung Lawu


Senja di Gunung Lawu

Udara dingin berkoar-koar jelas di telingaku. Pohon Cantigi dan Edelweiss tumbuh menghiasi jalan bebatuan menuju puncak Gunung Lawu. Aku sempat kehabisan napas dan berhenti sejenak untuk memusatkan kembali napasku. Berbeda saat summit dini hari, aku dan ketiga temanku mencoba mengunjungi puncak Gunung Lawu menjelang matahari terbenam. Imbasnya, perubahan temperatur dari hangat menjadi dingin melepaskan angin yang berlari kencang di sekitar kami dan menebar gigil yang mengintimidasi. Setelah setengah jam haiking dari tempat terakhir kami mendirikan tenda, kami tiba di Hargo Dumilah yang merupakan puncak tertinggi Gunung Lawu. Tidak seperti kebanyakan gunung dengan kawah yang terbuka dan bisa dijelajah, Hargo Dumilah memiliki ruang datar cukup lebar yang bisa digunakan untuk berkemah. Ada sebuah tugu yang menandai puncak gunung yang dipotret bersama para pendaki.

Menjejakkan kaki di ketinggian 3265 meter dari permukaan laut, suasana syahdu Gunung Lawu mulai merasuk sukma. Terlebih matahari kemerahan diiringi gumpalan perlahan menghilang manja dari horison penglihatan. Siul angin menebar pesonanya dan mulai memanggilku merdu. 

Aku memisahkan diri dari rombongan untuk berduaan mesra dengan momen ini.